Liputan6.com, Sunderland : Seperti yang diperkirakan sebelumnya, Sunderland menunjuk Paolo Di Canio sebagai manajer klub yang baru menggantikan Martin ONeill yang dipecat manajemen beberapa jam setelah The Black Cats menelan kekalahan saat menjamu Manchester United di Stadium of Light, Sabtu (30/3/13).
Di Canio, 44 tahun, mantan gelandang Juventus, Milan, Celtic, dan AS Roma, setuju untuk membubuhkan tanda tangannya dalam kontrak kerja berdurasi dua setengah musim atau baru akan kedaluarsa pada Juni 2015. Di Canio, yang di musim lalu mengantarkan Swindon Town meraih tiket promosi ke League One, kasta ketiga dalam persepakbolaan Inggris, sejatinya tidak mempunyai pengalaman menukangi klub di kasta tertinggi.
Meski demikian, seperti yang dilansir di laman resmi klub, Chairman sekaligus pemilik klub, Ellis Short, begitu yakin jika Di Canio bakal mampu menyelamatkan Kucing Hitam dari jerat degradasi. Seperti diketahui, kekalahan dari MU membuat Sunderland hanya berjarak satu angka dari zona merah. Kondisi yang memicu pemecatan ONeill.
Paolo (Di Canio) sangat antusias dengan tantangan yang menantinya di depan mata. Ia begitu berhasrat dan termotivasi, serta tak sabar untuk segera memulai pekerjaannya. Satu-satunya target bagi siapapun di Sunderland adalah memastikan perolehan poin yang cukup dalam tujuh partai tersisa guna mempertahankan status klub di Liga Premier. Saya yakin, peluang itu kian membesar dengan bergabungnya Paolo, tegas Short.
Yang menarik, penunjukan Di Canio sebagai manajer yang baru memakan korban. Wakil Chairmandan Direktur Eksekutif Klub, David Milibrand, mengundurkan diri dari posisinya, sebagai tanda protes dari kebijakan yang telah diambil Short. Sebab, Milibrand, mantan kandidat Perdana Menteri dari Partai Buruh menilai garis politiknya tidak sejalan bahkan berseberangan dengan paham yang dianut Di Canio yang secara terang-terangan mengakui jika dirinya seorang fasis. Dengan melihat pernyataan politik manajer baru klub yang terdahulu, saya pikir, adalah hal yang tepat bagi saya untuk meletakkan jabatan, tegas Milibrand. (BBC)
0 komentar:
Posting Komentar